Quotes

Jangan pernah berhenti belajar, karena hidup tak pernah berhenti mengajarkan:)

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 24 Maret 2019

Asal-usul Persebaran nenek moyang di Indonesia

1. Teori Yunnan

Teori ini menyatakan bahwa asal-usul nenek moyang kita berasal dari Yunnan, China. Teori ini didukung oleh Moh. Ali, yang berpendapat bahwa bangsa Indonesia berasal dari daerah Mongol yang terdesak oleh bangsa-bangsa yang lebih kuat sehingga melakukan migrasi menuju ke selatan.

Ada pula R.H Geldern dan J.H.C. Kern yang juga mendukung teori ini. Dasar pendapat mereka berdua adalah :

Ditemukannya kapak tua di wilayah Nusantara yang memiliki kemiripan dengan kapak tua yang ada di kawasan Asia Tengah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa telah tejadi migrasi penduduk dari Asia Tengah ke Kepulauan Nusantara.
Bahasa melayu yang berkembang di Nusantara memiliki kemiripan dengan bahasa champa yang ada di Kamboja. Hal ini membuka kemungkinan bahwa penduduk champa yang ada di Kamboja berasal dari dataran Yunnan dengan menyusuri sungai Mekong. Arus perpindahan ini selanjutnya diteruskan ketika sebagian dari mereka melanjutkan perpindahan dan sampai ke wilayah Nusantara.


Menurut teori ini, migrasi penduduk dari Yunnan menuju Kepulauan Nusantara ini melalui tiga gelombang, yaitu ; perpindahan orang negrito, proto melayu dan juga deutro nelayu.

Orang Negrito Orang negrito diperkirakan sudah memasuki Kepulauan Nusantara sejak 1000 SM. Mereka diyakini sebagai penduduk paling awal Kepulauan Nusantara. Hal ini dibuktikan dengan penemuan arkeologi di gua Cha, Malaysia. Pada perkembangannya, orang Negrito menurunkan orang Semang. Cirri-ciri fisik orang Negrito yaitu berkulit gelap, rambut keriting, hidung lebar dan bibir tebal.Di Indonesia, ras ini sebagian besar mendiami daerah Papua. Keturunan ras ini terdapat di Riau (pedalaman) yaitu suku Siak (Sakai), serta suku Papua melanosoid mendiami Pulau Papua dan Pulau Melanesia.
Proto Melayu Migrasi orang proto Melayu ke Kepulauan Nusantara diperkirakan memasuki wilayah Nusantara pada 2500 SM. Sebutan Proto Melayu adalah untuk menyebutkan orang-orang yang melakukan migrasi pada gelombang pertama ke Nusantara. Yang termasuk orang-orang Proto Melayu adalah suku Toraja, Dayak, Sasak, Nias, Rejang, dan Batak. Orang proto Melayu memiliki keahlian lebih baik dalam hal bercocok tanam bila dibandingkan dengan orang Negrito.
Deutro Melayu Deutro Melayu adalah sebutan untuk orang-orang yang melakukan gelombang migrasi pada gelombang kedua ke Nusantara. Kedatangan Deutro Melayu ke Nusantara diperkirakan pada 1500 SM. Suku bangsa yang termasuk Deutro Melayu di Indonesia, antara lain Minangkabau, Aceh, Sunda, Jawa, Melayu, Betawi, dan Manado.





2. Teori Nusantara

Teori Nusantara menyatakan bahwa asal usul bangsa Indonesia berasal dari Indonesia sendiri, bukan dari luar. Teori ini didukung antara lain oleh Muhammad Yamin, Gorys Keraf, dan J.Crawford. Teori ini dilandasi oleh beberapa argument, antara lain :

Bangsa Melayu merupakan bangsa yang berperadaban tinggi. Peradaban ini tidak mungkin dapat dicapai apabila tidak melalui proses perkembangan dari kebudayaan sebelumnya.
Bahasa Melayu memang memiliki kesamaan dengan bahasa Champa (Kamboja), namun persamaan ini hanyalah suatu kebetulan saja.
Adanya kemungkinan bahwa orang Melayu adalah keturunan dari Homon soloensis dan Homo wjakensis.
Adanya perbedaan bahasa antara bahasa Austronesia yang berkembang di Nusantara dengan bahsa Indo-eropa yang berkembang di Asia Tengah.

Teori Asal-usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia



3. Teori Out of Taiwan

Teori ini berpandangan bahwa bangsa yang ada di Nusantara ini berasal dari Taiwan bukan Daratan Cina. Teori ini didukung oleh Harry Truman Simanjuntak. Menurut pendekatan linguistic, dijelaskan bahwa dari keseluruhan bahasa yang dipergunakan suku-suku di Nusantara memiliki rumpun yang sama, yaitu rumpun Austronesia. Akar dari keseluruhan cabang bahasa yang dipergunakan leluhur yang menetap di Nusantara berasal dari rumpun Austronesia di Formosa atau dikenal dengan rumpun Taiwan. Selain itu, menurut riset genetika yang dilakukan pada ribuan kromosom tidak menemukan kecocokan pola genetika dengan wilayah Cina. 


4. Teori Out of Africa

Teori ini menyatakan bahwa manusia modern yang hidup sekarang berasal dari Afrika. Dasar dari teori ini adalah berdasarkan ilmu genetika melalui penelitian DNA mitokondria gen perempuan dan gen laki-laki. Menurut ahli dari Amerika Serikat, Max Ingman, manusia modern yang ada sekarang ini berasal dari Afrika antara kurun waktu 100-200 ribu tahun lalu. Dari Afrika, mereka menyabar ke luar Afrika. Dari hasil penelitian Ingman, tidak ada bukti yang menunjukan bahwa gen manusia modern bercampur dengan gen spesies manusia purba.

Manusia Afrika melakukan migrasi ke luar Afrika diperkirakan berlangsung sekitar 50.000-70.000 tahun silam. Tujuannya adalah menuju Asia Barat. Jalur yang mereka tempuh ada dua, yaitu mengarah ke Lembah Sungai Nil, melintasi Semenanjung Sinai lalu ke utara melewati Arab Levant dan yang kedua melewati Laut Merah. Pada 70.000 tahun yang lalu bumi memasuki zaman glasial terakhir dan permukaan air laut menjadi lebih dangkal karena air masih berbentuk gletser. Dengan keadaan seperti ini mereka sangat memungkinkan menyeberangi lautan hanya dengan menggunakan perahu primitif.


Setelah memasuki Asia, beberapa kelompok tinggal sementara di Timur Tengah, sedangkan kelompok lainnya melanjutkan perjalanan dengan menyusuri pantai Semenanjung Arab menuju ke India, Asia Timur, Indonesia, dan bahkan sampai ke Barat Daya Australia, yaitu dengan ditemukannya fosil laki-laki di Lake Mungo. Jejak paling kuat untuk membuktikan bahwa manusia Afrika telah bermigrasi hingga ke Australia adalah jejak genetika.

Teori Asal-usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia

Manusia Purba

Pengertian Jenis Dan Ciri Manusia Purba – Manusia Purba Ialah Jenis Manusia Pada Masa Zaman Prasejarah, Manusia Purba Tersebut Mempunyai Jenis-Jenis Dan Juga Ciri-Ciri Masing-Masing Dari Ciri-Ciri Ini Dapat Diketahui Jenis Manusia Purba Tersebut Dan Juga Dari Penelitian Manusia Purba Dilakukan Dengan Melalui Mengadakan Suatu Peneliatian Penggalian Wilayah Yang Diperkirakan Ialah Sebagai Tempat Hidup Manusia Purba.
Pengertian Manusia Purba
Pengertian Manusia Purba
Penggalian Itu Dapat Menghasilkan Temuan Yang Berupa Sisa-Sisa Tumbuh-Tumbuhan, Hewan, Dan Juga Manusia Yang Sudah Membantu (Fosil). Fosil Tumbuhan, Hewan Dan Juga Manusia Tersebut Ditemukan Di Lapisan Bumi Tertentu. Dengan Mengetahui Umur Pada Lapisan Bumi, Dapat Diketahui Umur Pada Fosil.

Jenis-Jenis Manusia Purba Dan Ciri-Cirinya

Jenis Manusia Purba Dari Indonesia

MEGANTHROPUS PALAEOJAVANICUS
Meganthropus Palaeojavanicus Ialah Manusia Raksasa Dari Jawa Kuno.
Fosil Manusia Purba Tersebut Ialah Jenis Manusia Purba Paling Tua Yang Pernah Ditemukan Di Indonesia. Penemunya Ialah “Ralph Von Koenzgswald” Pada Fosil Yang Ditemukan Berupa Rahang Bawah Dan Juga Atas Gigi Lepas. Dengan Cara Stratigrafi Diketahui Bahwa Fosil Tersebut Berada Pada Suatu Lapisan Puçangan. Berdasarkan Pada Umur Lapisan Tanah, Diperkirakan Fosil Megantropus Paleojavanicus Tersebut Berumur 1-2 Juta Tahun.
Ciri-Ciri Meganthropus Palaeojavanicus
  1. Berbadan Tegap Dengan Tonjolan Tajam Di Belakang Kepala.
  2. Bertulang Pipi Tebal, Dengan Tonjolan Kening Yang Mencolok.
  3. Otot Kunyah, Gigi, Dan Juga Rahang Besar Dan Kuat.
  4. Makanannya Jenis Tumbuh-Tumbuhan.
  5. Tidak Berdagu.
PITHECANTHROPUS
Pithecanthropus Ialah Manusia Kera
Fosil Manusia Purba Jenis Pithecantropus Ialah Jenis Manusia Purba Yang Paling Banyak Ditemukan Pada Indonesia. Dengan Melalui Cara Stratigrafi, Diketahui Fosil Tersebut Berada Pada Suatu Lapisan Pucangan Dan Juga Kabuh. Berdasarkan Pada Umur Lapisan Tanah, Diperkirakan Bahwa Fosil Pithecanthropus Amat Bermacam -Macam Umurya, Antara 30.000-2 Juta Tahun.
Ciri-Ciri Pithecantropus
  1. Tinggi Tubuhnya Ialah Kira-Kira 165 – 180 Cm.
  2. Otot Kunyah Tidak Sekuat Meganthropus.
  3. Hidung Lebar Dan Juga Tidak Berdagu.
  4. Makanannya Bervariasi Tumbuhan Serta Daging Hewan Buruan.
  5. Badan Tegap, Tetapi Tidak Setegap Meganthropus.
  6. Tonjolan Kening Tebal Dan Juga Melintang Sepanjang Pelipis.
Jenis-Jenis Pithecanthropus
  1. Pithecanthropus Mojokertensis (Manusia Kera Dari Mojokerto)
    Fosil Manusia Purba Tersebut Ditemukan Oleh “Von Koenigswald” Di Dekat Mojokerto , Jawa Timur, Di Tahun 1936. Fosil Berbentuk Tengkorak. Fosil Ini Disebut Juga Dengan “Pithecanthropus Robustua”.
  2. Pithecanthropus Erectus (Manusia Kera Yang Berjalan Tegak)
    Fosil Manusia Purba Tersebut Ditemukan Oleh “Eugene Dubois” Di Tahun 1890 Di Trinil , Lembah Bengawan Solo. Fosil Berupa Suatu Tulang Rahang, Bagian Atas Tengkorak , Geraham, Dan Juga Tulang Kaki.
  3. Pithecanthropus Soloensis (Manusia Kera Dari Solo)
    Fosil Manusia Purba Tersebut Ditemukan Oleh “Von Koenigswald Dan Juga Openorth Di Ngandong Serta Sangiran”, Di Tepi Bengawan Solo, Di Antara Tahun 1931 – 1933. Fosil Berupa Tengkorak Dan Juga Tulang Kering.
HOMO
Homo Ialah Manusia
Fosil Manusia Purba Jenis Homo Ialah Paling Muda Dibandingkan Dengan Fosil Manusia Purba Jenis Lainnya. Disebut Juga Dengan “Homo Erectus” (Manusia Berjalan Tegak) Atau Juga “Homo Sapiens” (Manusia Cerdas Atau Bijaksana). Dengan Melalui Cara Stratigrafi, Diketahui Bahwa Fosil Tersebut Berada Pada Suatu Lapisan Notopurpo. Berdasarkan Dengan Umur Lapisan Tanah, Diperkirakan Bahwa Fosil Homo Bermacam-Macam Umurnya ,Ialah Antara 25.000 – 40.000 Tahun.
Ciri-Ciri Homo
  1. Tinggi Pada Tubuh 130 – 210 Cm.
  2. Otot Kunyah, Gigi, Dan Juga Rahang Sudah Menyusut.
  3. Tonjolan Pada Kening Sudah Berkurang Dan Juga Sudah Berdagu.
  4. Mempunyai Ciri-Ciri Ras Mongoloid Dan Juga Austramelanosoid
  5. Otak Lebih Berkembang Daripada Meganthropus Serta Pithecanthropus.

Jenis-Jenis Homo

  1. Homosis (Manusia Dan Juga Solo) Soloen
    Fosil Manusia Purba Jenis Ini Ditemukan Oleh “Von Koenigswald Dan Juga Weidenrich” Di Tahun 193-1934 Di Lembah Bengawan Solo. Fosil Yang Ditemukan Ialah Berupa Tengkorak. Dari Volume Otaknya, Bukan Lagi Berupa Manusia Kera ( Pithecantropus)
  2. Homo Wajakensjs (Manusia Dan Wajak)
    Fosil Manusia Purba Jenis Ini Ditemukan “Dubois” Di Tahun 1889 Pada Daerah Wajak Dekat Tulungagung. Manusia Purba Jenis Ini Sudah Mampu Untuk Dapat Membuat Alat-Alat Dengan Batu Ataupun Tulang. Homo Wajakensjs Tersebut Juga Telah Mengenal Cara Memasak Makanan.

Jenis Manusia Purba Dari Luar Indonesia

  • Australopithecus Africanus
    Fosil Manusia Purba Tersebut I Ditemukan Di Taung, Dekat Vryburg, Di Afrika Selatan. Fosil Tersebut Ditemukan Oleh “Raymond Dart”, Di Tahun 1924. Diperkirakan Australopithecus Africanus Ini Hidup 2-3 Juta Tahun Yang Lalu.

  • Sinanthropus Pekinensis
    Fosil Manusia Purba Tersebut Ditemukan Di Gua Choukoutien, Peking (Yang Sekarang Beijing), RRC. Fosil Tersebut Ditemukan Oleh “Davidson Black” Di Tahun 1927. Sinanthropus Pekinensis Termasuk Homo Sapiens Sehingga Sering Kali Disebut Juga Dengan “Homo Pekinensis”.

  • Homo Neanderthalensis
    Fosil Manusia Purba Jenis Ini Ditemukan Oleh “Rudolf Virchow” Pada Lembah Sungai Neander, Dekat Dusseldorf, Jerman. Ciri-Ciri Homo Neanderthalensis Tersebut Mendekati Ciri-Ciri Manusia Purba Homo Wajakensis.

  • Homo Rhodesiensis
    Fosil Manusia Purba Jenis Ini Ditemukan Oleh “Raymond Dart Dan Juga Robert Brom” Di Tahun 1924 Di Gua Broken Hill, Rhodesia (Sekarang Menjadi Zimbabwe).

  • Homo Cro-Magnon
    Fosil Manusia Purba Jenis Ini Ditemukan Di Gua Cro-Magnon, Dekat Lez Eyzies, Di Sebelah Barat Daya Prancis. Fosil Ini Pertama Kali Ditemukan Di Tahun 1868. Ciri-Ciri Pada Manusia Purba Jenis Ini Mendekati Dengan Ciri-Ciri Manusia Modern.

Berpikir Sejarah

A. Konsep Berfikir Sejarah

Mempelajarari sejarah seperti halnya mempelajari sesuatu yang terus berjalan dengan pijakan masa lampau kemudian menarik garis ke masa sekarang dan ke masa yang akan datang. Dengan demikian kita perlu mempelajari cara berfikir sejarah dalam mempelajari peristiwa-peristiwa sejarah, didasarkan pada konsep :

1. Waktu
Mempelajari peristiwa-peristiwa bersejarah akan selalu terkait dengan waktu (time). Waktu merupakan sesuatu yang bergerak dari masa ke masa. Sebagaimana waktu yang terus bergerak, maka peristiwa sejarah terus ada dan terjadi. Sehingga perjalanan sejarah tidak akan berhenti (stagnan).

2. Kesinambungan
Berarti dalam mempelajari sejarah kita harus menyadari bahwa rangkaian peristiwa sejarah sejak adanya manusia sampai sekarang adalah peristiwa-peristiwa yang berkelanjutan. Kehidupan manusia sekarang merupakan mata rantai tak terpisahkan dari kehidupan manusia generasi sebelumnya dan generasi yang akan datang. Sebab demikian lah setiap peristiwa yang tertadi tidaklah berdiri sendiri dan tidak terpisah dari peristiwa lain. Sebaliknya setiap peristiwa yang terjadi karena adanya peristiwa yang mendahului dan akan melahirkan peristiwa-peristiwa baru. 

Ruslan Abdulgani (2008) mengatakan bahwa ilmu sejarah ibarat penglihatan tiga dimensi, yaitu penglihatan ke masa silam, ke msa sekarang dan ke masa depan. Arnold J. Toynbee (dalam McNeill, 1989) menyatakan, mempelajari sejarah adalah mempelajari masa lampau, untuk membangun masa depan (to study history is to study the past to bulid the future).

3. Perubahan 
Artinya, segala aspek kehidupan yang terus bergerak seiring dengan perjalanan waktu dan selama itu pula terus terjadi perubahan-perubahan. Heraclius (dalam Graham, 2008) mengatakan “Panta rei” yang berarti tidak ada yang tidak berubah, semuanya mengalir, masyarakat sewaktu-waktu begerak dan berubah.

Perkembangan kehidupan sejak adanya manusi sampai sekarang, mulai dari taraf kehidupan yang sederhana sampai kepada taraf kehidupan yang kompleks. Ada perubahan yang berlangsung dengan lambat (evolusi), ada pula perubahan yang berlangsung dengan cepat dan mendasar (revolusi). Jika perubahan mengarah kepada yang lebih baik disebut progresif, sedangkan perubahan yang mengarah kepada keadaan yang lebih buruk regresif.

4. Kronologi 
Kronologi berarti sesuai dengan urutan waktu. Peristiwa sejarah akan selalu berlangsung sesuai dengan urutan waktu sehingga peristiwa-peristiwa sejarah tidak terjadi secara melompat-lompaturutan waktunya atau bahkan berbalik urutan waktunya (anakronis). Dalam sejarah kita harus memperhatikan urutan-urutan kejadian atau kronologi dari suatu peristiwa agar dapat pemahaman yang lebih baik dalam mempelajari sejarah. Pemahaman sejarah dengan anakronis (tidak kronologis) akan menimbulkan kerancauan, bahkan akan emmbuat pemahaman yang keliru tentang sejarah. 

Kronologi sebagai ilmu dasar sejarah mempelajari tentang tarikh (sistem kalender) yang digunakan diberbgaia tempat dan berbagai zaman serta menerjemahkan suatu kelender terhadap sistem kalender lain. Misalnya: pada zama Hindu di wilayah Nusantara menggunakan kalender saka. Penyesuaian kalender Saka dengan kalender Masehi dapat dilakukan dengan mudah karena keduanya menggunakan dasar peredaran Matahari (solar system). Kalender Saka terhadap kalender Masehi cukup dengan menggunakan 78 hari pada angka waktu Saka. 

Sejarah juga dikenal istilah kronik yang berarti kisah atau catatan sejarah yang diceritakan berdasarkan catatan waktu. Di Eropa catatan Sejarah yang dikenal adalah annal ( merupakan catatan peristiwa-peristiwa penting dan biasanya dituliskan dalam kalimat-kalimat pendek) dan chronicles (melukiskan peristiwa-peristiwa yang lebih luas). Catatan-catatan dan kisah-kisah sejarah pada zaman kekaisaran Cina juga disebut dengan kronik. Contohnya, kronik Cina yang menuliskan tentang kedatangan utusan dari Sriwijaya ke Cina tahun 992 Masehi. 

5. Periodisasi 
Adalah pembagian atau pembabakan peristiwa-peristiwa masa lampau yang sangat panjang menjadi beberapa zaman. Namun dalam sejarah peristiwa-peristiwa saling berkesinambungan satu dengan yang lan dan tidak terputus dalam suatu periodisasi. Tujuan penulisan periodisasi dalam sejarah: 

  1. Memudahkan mempelajari sejarah. Peristiwa-peristiwa sejarah yang lampau panjang dan banyak dikelompokkan, disederhanakan, dan diringkas menjadi beberapa periode sehingga memudahkan memahami sejarah. 
  2. Memahami peristiwa-peristiwa Sejarah secara Kronologis. Peristiwa gtersebut harus disusun dan dikelompokkan berdasarkan urutan waktu kejadian. Agar memudahkan pembaca memahami kronologi sejarah yang panjang dalam periode-periode yang saling berkaitan. 

B. Konsep berfikir diakronis dan sinkronis

Menurut Kuntowijoyo (2004), menjelaskan dua kerangka berfikir yang dipergunakan dalam melakukan penelitian dan penulisan ilmu-ilmu sosial, yaitu cara berfikir diakronik dan sinkronik atau kronologis dan cara berfikir sinkronis.

a. Cara Berfikir Diakronis
Kerangka berfikir diakronis atau kronologis memahami kehidupan sosial secara memanjang berdimensi waktu. Memandang masyarakat sebagai sesuatu yang terus bergerak, berproses dalam suatu ubungan kausalitas atau sebab akibat.

b. Cara Berfikir Sinkronis
Kerangka berfikir sinkronis memahami kehidupan sosial secara meluas dan berdimensi ruang. Dengan memahami sebuah kehidupan sosial, diuraikan berbagai aspek-aspeknya, seperti aspek geografi, aspek ekonomi, sistem dan struktur sosial, kepercayaan dan lembaga-lembaga sosial lainnya. Juga diuraikannya fungsi dan struktur dari bagian-bagian tersebut.

c. Saling Melengkapi anatar Berfikir Diakoronis dan Sinkronis
Pemahaman secara sinkronis dan diakronis akan memberikan gambaran yang lebih utuh tentang suatu kehidupan sosial. Dengan meggabungkan dua konsep tersebut akan diperoleh pemahaman bukan hanya tentang “apa”, “mengapa”, tertapi juga dapat menjelaskan keterkaitan kejadian yang bukan hanya memperhatikan nilai struktur, namun juga memperhatikan proses petubahan sepanjang waktu. 

d. Pendekatan Multi-dimensional dalam Ilmu Sejarah
Dengan pendekatan ini, maka sejarah juga memperhatikan berbagai aspek kehidupan sosial lainnya yang turut mempengaruhi proses pertum buhan dan perkembangan sejarah (Sartono Kartodirjo, 1992). Sehubungan dengan pendekatan multi-dimensional, maka sartono kartodirdjo membagi dua pendekatan dalam ilmu sejarah, yaitu:
  1. Sejarah Naratif, mengisahkan suatu rangkaian peristiwa telah terjadi pada suatu kurun waktu tertentu secara kronologis sehingga tersusun kedalam sebuah cerita. Pada umumnya sejarah naratif lebih banyak berkisah tentang aspek kehidupan politik pada masa lampau.
  2. Sejarah Non-naratif, lebih berfokus pada masalah (problem oriented) dengan menggunakan konsep dan pendekatan ilmu-ilmu sosial lainnya, untuk mengungkapkan berbagai aspek pada peristiwa sejarah tertentu pada masa lampau. Sejarah non-naratif menelaah berbagai aspek yang terkait dengan suatu peristiwa sejarah tertentu pada masa lampau sepeti aspek sosial, budaya dan ekonomi. 
C. Kausalitas dalam Sejarah

Kausalitas merupakan hukum sebab-akibat mengenai suatu peristiwa, keadaan, atau perkemnbangan. Bila dikaitkan dnegan pengertian sejarah, maka kausalitas sejarah merupakan sebab terjadinya peristiwa sejarah

Permintaan dan Penawaran

Penawaran dan permintaan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasiLoncat ke pencarian
Harga dari suatu produk (P), ditentukan oleh keseimbangan antara tingkat produksi pada harga tertentu (yaitu penawaran: S) dan tingkat keinginan dari orang-orang yang memiliki kekuatan membeli pada harga tertentu (yaitu permintaan: D). Grafik ini memperlihatkan adanya peningkatan permintaan, dari D1 ke D2, seiring dengan peningkatan harga dan kuantitas (Q) produk yang terjual.
Teori penawaran dan permintaan (bahasa Inggrissupply and demand) dalam ilmu ekonomi, adalah penggambarkan atas hubungan-hubungan di pasar, antara para calon pembeli dan penjual dari suatu barangModel penawaran dan permintaandigunakan untuk menentukan harga dan kuantitas yang terjual di pasar. Model ini sangat penting untuk melakukan analisis ekonomi mikro terhadap perilaku serta interaksi para pembeli dan penjual. Ia juga digunakan sebagai titik tolak bagi berbagai model dan teori ekonomi lainnya. Model ini memperkirakan bahwa dalam suatu pasar yang kompetitif, harga akan berfungsi sebagai penyeimbang antara kuantitas yang diminta oleh konsumen dan kuantitas yang ditawarkan oleh produsen, sehingga terciptalah keseimbangan ekonomi antara harga dan kuantitas. Model ini mengakomodasi kemungkian adanya faktor-faktor yang dapat mengubah keseimbangan, yang kemudian akan ditampilkan dalam bentuk terjadinya pergeseran dari permintaan atau penawaran.

Pengertian penawaran[sunting | sunting sumber]

Penawaran adalah jumlah barang atau jasa yang tersedia dan dapat dijual oleh penjual pada berbagai tingkat harga, dan pada waktu tertentu. Beberapa faktor yang mempengaruhi penawaran:
  • Harga barang itu sendiri.
  • Harga sumber produksi.
  • Tingkat produksi.
  • Ekspektasi/perkiraan.

Pengertian permintaan[sunting | sunting sumber]

Permintaan adalah jumlah barang atau jasa yang ingin dan mampu dibeli oleh konsumen, pada berbagai tingkat harga, dan pada waktu tertentu. Beberapa faktor yang mempengaruhi permintaan :
  • Harga barang itu sendiri.
  • Harga barang lain yang berkaitan.
  • Tingkat pendapatan.
  • Selera konsumen.
  • Ekspektasi/perkiraan.

Kegiatan Produsen dan Konsumen

A. Manfaat dan Nilai Barang
Barang adalah benda-benda berwujud yang digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya.
Jasa tidak dapat digolongkan sebagai suatu barang karena tidak berwujud, tetapi dapat memberikan kepuasan dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
Penggolongan barang dan jasa :
a. Berdasarkan Cara Memperolehnya :
1) Barang Ekonomi (Economic Goods)
Untuk memperolehnya diperlukan pengorbanan sumber daya ekonomi
2) Barang Bebas (Free Goods)
Untuk memperolehnya tidak  diperlukan pengorbanan sumber daya ekonomi
b. Berdasarkan kegunaannya
1) Barang Konsumsi
Barang yang dapat langsung digunakan untuk memenuhi kebutuhan
2) Barang Produksi
Barang yang digunakan dalam proses produksi, sehingga tidak dapat langsung digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia.
c. Berdasarkan Kegunaan dalam Hubungannya dengan Benda Lain:
1) Barang Substitusi
Barang yang kegunaannya dapat menggantikan fungsi barang lain
2) Barang Komplementer
Barang memiliki kegunaan untuk melengkapi barang lain
d. Berdasarkan Proses Produksinya :
1) Barang Mentah
Barang yang belum mengalami proses produksi
2) Barang Setengan Jadi
Barang yang sudah mengalami proses produksi tapi belum dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia secara sempurna
3) Barang Jadi
Barang yang sudah mengalami proses produksi secara sempurna sehingga dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia.

B. Guna Barang
Kegunaan barang (utility) adalah kemampuan suatu barang barang untuk memnuhi kebutuhan manusia.
Kegunaan barang dibedakan menjadi :
a. Kegunaan bentuk (form utility)
Suatu barang akan bertambah kegunaannya setelah mengalami perubahan bentuk
b. Kegunaan tempat (place utility)
Suatu barang akan bertambah kegunaannya setelah mengalami perubahan tempat atau kedudukan
c. Kegunaan waktu (time utility)
Suatu barang akan lebih bergunajika digunakan pada waktu tertentu.
d. Kegunaan milik (ownership utility)
Suatu barang akan bertambah kegunaannya setelah mengalami perubahan pemilik
C. Nilai Barang
Nilai barang dibagi menjadi 2 golongan, yaitu :
a. Nilai Pakai
Adalah nilai yang diberikan pada suatu barang karena dapat dipakai untuk memenuhi kebutuhan. Nilai pakai dapat dibedakan menjadi :
1) Nilai pakai objektif, penilaian yang diberikan masyarakat secara umum terhadap suatu barang karena kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan fungsinya.
2) Nilai pakai subjektif, penilaian yang diberikan seseorang atau individu terhadap suatu barang karena dapat memnuhi kebutuhan seseorang atau individu tersebut sesuai dengan keinginan dan kepentingannya.
b. Nilai Tukar
Adalah kemampuan suatu barang utntuk dipertukarkan dengan barang lainnya. Nilai tukar dapat dibedakan menjadi :
1) Nilai tukar objektif, adalah nilai yang diberikan masyarakat secara umum terhadap suatu barang karena barang tersebut dapat ditukarkan dengan barang lain berdasakan harga yang berlaku secara umum
2) Nilai tukar subjektif, nilai tukar yang diberikan seseorang atau individu terhadap suatu barang sesuai dengan keinginan dan kepentingannya.
 D. Pelaku Kegiatan Ekonomi
Kegiatan ekonomi masyarakat dapat dikelompokan  menjadi 3 kegiatan, yaitu :
1. Kegiatan Produksi yaitu kegiatan menghasilkan dan atau menambah nilai guna barang dan jasa. Seperti orang-orang pergi kesawah,pabrik,polisi dokter dan lainnya.
2. Kegiatan Distribusi yaitu kegiatan menyalurkan barang dan jasa dari produsen ke konsumen, seperti pedagang, sopir angkutan bus, truk dan yang lainnya.
3. Kegiatan Konsumsi yaitu kegiatan menghabiskan dan atau mengurangi nilai guna barang dan jasa, seperti masyarakat yang membeli kebutuhan sehari-hari.
Sementara pelaku kegiatan ekonomi pada suatu negara dikelompokan  sebagai berikut:
1. Rumah Tangga Produksi (RTP), yaitu kelompok masyarakat yang kegiatannya menghasilkan dan atau menambah nilai guna barang dan jasa .
2. Rumah Tangga Konsumsi (RTK), yaitu kelompok masyarakat atau konsumen yang membeli hasil produksi Rumah Tangga Produksi dan kegiatannya mengabiskan dan atau mengurangi nilai guna barang jasa.
3. Rumah Tangga Negara (RTN), yaitu pemerintah yang merupakan kelompok masyarakat dengan kegiatannya membuat kondisi yang mendukung seperti menjaga kestabilan , mengatur, merencanakan bahkan melaksanakan kegiatan ekonomi .
4. Masyarakat Luar Negeri, yaitu mitra untuk mendatangkan kebutuhan baik berupa barang maupun berupa jasa yang tidak dapat dihasilkan di dalam negeri .
E. Perilaku Konsumen
Konsumsi adalah segala kegiatan menghabiskan dan atau mengurangi daya guna barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidup secara langsung
Konsumen adalah seseorang atau kelompok yang menghabiskan dan atau mengurangi daya guna barang dan jasa.
Tujuan konsumsi:
1. Untuk memenuhi kebutuhan dan mempertahakan hidup. Misalnya makanan agar dapat bertahan hidup pakaian agar terhindar dari kedinginan dan penyakit .
2. Untuk mencapai kepuasan yang maksimal.
Untuk  meningkatkan kegiatan ekonomi dari sisi konsumsi dapat dilakukan dengan 2 cara:
1. Meningkatkan pendapatan masyarakat dengan meningkatnya pendapatan masyarakat  daya belinya meningkat dan akhirnya konsumsi akan meningkat
2. Stabilitas harga , sebab dengan harga yang stabil kepastian kegiatan ekonomi akan terjamin
Beberapa hal yang mempengaruhi konsumsi adalah:
Faktor Intern:
  • Pendapatan
  • Selera
  • Komposisi rumah tangga
  • Kebiasaan keluarga
Faktor Ekstern :
  • Harapan kenaikan harga
  • Kamudahan kredit
  • Pengaruh sosial
  • Sosial budaya
  • Sikap dan kepribadian
  • Perkembangan iptek
  • Harga barang
  • Kebujaksanaan pemerintah.
JM Keynes menjelaskan hubungan antara pendapatan dengan konsumsi sebagai berikut:
C = a + bY
C =  jumlah konsumsi (comsumtion)
a  =  konsumsi otonom yaitu besarnya konsumsi pada saat pada saat pendapatan nol
b.= MPC (Marginal Proprnsity to Consume) yaitu besarnya konsumsi yang diakibatkan oleh adanya tambahan pendapatan.
Perilaku konsumen dapat dipelajari melalui dua pendekatan, yaitu pendekatan cardinal (cardinal approach) dan pendekatan ordinal (ordinal approach).
1. Pendekatan Kardinal
Disebut juga pendekatan marginal utility (MU), yaitu tambahan kepuasan yang diperoleh karena tambahan unit barang yang dikonsumsi. Herman Heinrich Gossen merupakan salah seorang yang mengungkapkan teori perilaku konsumen.
a. Hukum Gossen I (Marginal Utility):
“Tambahan nilai guna yang akan diperoleh seseorang dari mengkonsumsi suatu barang akan semakin berkurang apabila ia terus-menerus menambah konsumsinya atas barang tersebut. Apabila konsumsi atas barang tersebut  ditambah satu unit lagi, nilai guna total akan berkurang dan tambahan nilai guna akan menjadi negatif”
Beberapa istilah yang penting
1. Kepuasan Total (TU), adalah keseluruhan nilai guna (kepuasan) yang diperoleh seseorang sebagai akibat mengkonsumsi suatu barang.
Rumus : TUn = MU1 + MU2 + …MUn
2. Kepuasan Marginal (MU), adalah tambahan kepuasan yang diperoleh seseorang sebagai akibat dari menambah satu unit barang untuk memenuhi kepuasannya.
Rumus :  MUn = TUn – TU n-1
3. Kepuasan Rata-rata (AU), adalah rata-rata kepuasan yang diperoleh seseorang setiap mengkonsumsi suatu barang dalam jumlah tertentu.
Rumus : AUn = TUn : n
b. Hukum Gossen II (Equimarginal Principle)
“Setiap orang akan berusaha memnuhi kebutuhannya atas beberapa barang dan jasa yang dapat memberikan tingkat kepuasan yang sama”
Seorang konsumen akan mencapai kondisi keseimbangan atau memperolah kepuasan maksismum dalam mengkonsumsi dua barang apabila mencapai kedua syarat sbb:
1)     Syarat Keseimbangan I:  MUx/Px  =  MUy/Py
2)     Syarat keseimbangan II : PxX + PyY = M
2. Pendekatan Ordinal
Pendekatan yang mencoba mengukur tingkat kepuasan konsumen dalam mengonsumsi barang, baik satu jenis maupun lebih dari satu jenis barang. Pendekatan ini dipelopori oleh J. Hicks dan R.J. Allen.
a) Tingkat Substitusi Marginal (MRS/Marginal Rate Substitution)
Adalah jumlah barang Y yang harus dikorbankan seorang konsumen untuk memperoleh satu unit tambahan barang X.
b) Garis Kendala Anggaran (Budget Constraint Line)
Garis yang menunjukkan kombinasi alternative dari barang-barang yang dapat dibeli oleh konsumen dengan pendapatan yang tersedia dan dengan harga tertentu.
c) Kepuasan Maksimum Konsumen (Ekuilibrium konsumen)
Seorang konsumen berada dalam kondisi kepuasan maksimum (ekuilibrium) apabila dengan kendala pendapatan dan harga barang tertentu, konsumen dapat memaksimalkan kepuasan total (utilitas) dari pengeluarannya
F. Perilaku Produsen
Produksi dapat diartikan sebagai suatu kegiatan untuk menciptakan barang dan jasa dan atau meningkatkan/ menambah kegunaan barang dan jasa bagi kebutuhan manusia.
Produsen adalah seseorang atau kelompok yang melakukan produksi yaitu menghasilkan dan atau menambah daya guna  barang dan jasa bagi kebutuhan manusia.
Produksi dibedakan menjadi dua jenis produksi yaitu ;
1. Produksi barang merupakan daya cipta dalam menambah kegunaan barang (materi) dengan mengubah sifat dan bentuk barang (materi).
1. Produksi jasa merupakan daya cipta dalam menambah kegunaan , tanpa melakukan perubahan terhadap sifat dan bentuknya.
Tujuan produksi yaitu:
  1. Untuk Memenuhi Kebutuhan Masyarakat
  2. Untuk Mendapatkan Keuntungan
  3. Menggali dan mengumpulkan barang yang sudah disediakan alam.
  4. Menciptakan dan menghasilkan barang dan jasa.
  5. Meningkatkan daya guna barang dan jasa.
1. Perusahaan
Adalah badan usaha yang menggunakan faktor-faktor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat.
Dalam menjalankan usahanya, perusahaan berusaha melakukan produksi sampai pada tingkat jumlah produksi atau kapasitas yang dapat memberikan keuntungan maksimum.
2. Teori produksi
Dalam menghitung besarnya keuntungan maksimum yang ingin diperoleh maka yang perlu diperhitungkan adalah input dan output dari suatu proses produksi, yang dituangkan ke dalam sebuah fungsi yang disebut fungsi produksi. Secara matematis, fungsi produksi dinyatakan dalam bentuk rumus sbb :
Q = f (K,L,R,S)
Q = jumlah produksi yang dihasilkan (output)
K = capital atau jumlah stok modal (capital)
L =  jumlah tenaga kerja (labor)
R = bahan mentah (raw material)
S = input tanah (land input)

G. Peran Konsumen dan Produsen
Pelaku kegiatan ekonomi pada suatu Negara terdiri dari empat komponen, yaitu:
a.. Rumah Tangga Konsumen (RTK) berperan sebagai berikut :
  1. Menyediakan faktor-faktor produksi bagi perusahan
  2. Menerima imbalan jasa dari penggunaan factor-faktor produksi yang dimilikinya
  3. Melakukan kegiatan konsumsi
  4. Membayar pajak kepada pemerintah
b. Rumah Tangga Produsen (RTP) berperan sebagai berikut :
  1. Membayar imbalan jasa atas penggunaan faktor-faktor produksi yang dimiliki RTK
  2. Mengelola factor-faktor produksi dan melakukan kegiatan produksi
  3. Menjual dan mendistribusikan barang hasil produksi
  4. Menerima pendapatan atas penjualan barang dan jasa
  5. Membayar pajak kepada negara
c. Rumah Tangga Pemerintah berperan sebagai berikut :
  1. Melakukan kegiatan konsumsi
  2. Menerima pajak dari wajib pajak
  3. Melakukan kegiatan produksi melalui BUMN
  4. Menjaga stabilitas ekonomi
  5. Membuat UU bersama DPR yang berhubungan dengan perekonomian
d. Masyarakat Luar Negeri berperan sebagai berikut :
  1. Melakukan penanaman modal / investasi
  2. Melakukan kegiatan ekspor dan impor
H. Motif dan Prinsip-prinsip Ekonomi
a. Motif Ekonomi
Motif ekonomi merupakan alasan yang mendorong manusia manusia melakukan tindakan ekonomi. Misalnya manusia bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya berusaha mencari nafkah, dari pernyataan itu dapat dijelaskan memenuhi kebutuhan hidup adalah  motif ekonomi dan berusaha mencari nafkah termasuk tidakan ekonomi.
Sebab-sebab yang mendorong manusia melakukan tindakan ekonomi diantaranya diperkirakan untuk :
(a)   Motif mencari laba.
Motif mencari laba adalah dorongan manusia melakukan tindakan ekononi yang didasarkan oleh adanya keuntungan , misalnya seorang pedagang, kegiatannya untuk mendapatkan laba.
(b) Motif untuk menjadi makmur.
Makmur adalah dapat memenuhi segala kebutuhan, berarti motif untuk menjadi makmur adalah dorongan manusia melakukan tidakan ekonomi didasarkan untuk mendapatkan kemudahan-kemudahan dalam memenuhi kebutuhan.
(c). Motif memperoleh Kekuasaan.
Motif memperoleh kekuasaan adalah ditujukan untuk dapat memperoleh kekuasaan atau pengaruh dimasyarakat.
(d). Motif memperoleh penghargaan
Banyak orang beranggapan bahwa orang akan dihargai  dan menjadi terpandang apabila mempunyai banyak harta kekayaan, penampilan dengan pakaian , kendaraan yang  serba mahal.. Sehingga banyak orang berlomba mencari materi (kekayaan) untuk dapat dihargai dimata masyarakat.
(d). Motif Sosial
Motif sosial adalah dorongan tindakan ekonomi didasarkan untuk menolong sesama manusia. Misalnya menolong fakir miskin, menolong bencana alam dll.
b. Prinsip Ekonomi
Prinsip ekonomi adalah suatu dasar atau pegangan yang dijadikan pedoman dalam mengambil keputusan yang dilakukan oleh pelaku ekonomi. Secara umum prinsip ekonomi adalah dengan pengorbanan tertentu seseorang berusaha untuk mencapai hasil maksimal, atau dengan pengorbanan yang sekecil-kecilnya seseorang berusaha untuk mencapai hasil tertentu. Konsep prinsip ekonomi dikelompokan menjadi dua bagian.
1. Berusaha dengan alat-alat atau dana yang ada untuk memperoleh hasil atau tujuan sebesar-besarnya (maksimal). Hal ini akan memperoleh konsep kinerja atau konsep produktivitas kerja.
2. Berusaha dengan biaya (pengorbanan )yang sekecil-kecilnya untuk memperoleh hasil yang tertentu.
Dengan demikian maka, prinsip ekonomi mengandung makna sebagai berikut;
a. Cara bertindak yang berusaha mencapai hasil yang optimal (sebesar mungkin)
b. Cara bertindak yang berusaha mengeluarkan biaya yang serendah mungkin atau pengorbanan minimal, akan tetapi pada konsep yang rasional.
Makna prinsip ekonomi mengandung pengertian efisiensi atau yang terbaik dari banyak alternatif dan optimalisasi dari penggunaan sumber daya
Penerapan prinsip ekonomi terkadang mengandung pengertian dan konsep yang berlawanan diantara pelaku ekonomi, misalnya prinsip ekonomi bagi kensumen akan bertentangan prinsip ekonomi  produsen dimana konsumen menghendaki harga yang paling murah sedangkan produsen menghendaki harga yang mahal. Maka prinsip keseimbangan atau kesepakatan  diantara yang bertentangan akan  menguntungkan, karena keduanya akan bertindak  menurut prinsip-prinsip ekonomi dengan ciri-ciri sebagai berikut:
a. Kebutuhan, kepentingan akan disusun berdasarka skala prioritas atau menurut tingkat kepentingan.
b. Pengambilan tindakan yang paling menguntungkan dalam menghadapi berbagai alternatif.
Beberapa contoh penggunaan prinsip ekonomi bagi:
a. Konsumen
  • Bersikap hemat
  • Mengutaman kebutuhan primer
  • Mendahaulukan hal-hal yang paling penting
  • Mengindari sifat konsumerisme dll.
b. Produsen
  • Meminimalkan biaya produksi
  • Menjual dengan harga yang tinggi
  • Menjual dengan jumlah yang banyak dll.